Monday, May 07, 2007

Mendownload Streaming

Tentu Anda yang telah mengenal video streaming akan sangat menikmati layanan ini. Bisa ditebak pula Anda sudah sangat mengenal situs-situs penyedia layanan streaming ini, seperti youtube.com, vidoe.google.com, islamtube.com dll. Situs-situs tersebut menyediakan ratusan bahkan ribuan streaming video dengan berbagai macam kategori. Hanyasaja, yang menyulitkan bagi kita selama ini adalah, layanan streaming itu hanya bisa diakses secara online. Ini berarti tatkala Anda tidak sedang diinternet, tidak akan bisa menikmati itu semua! Bagi Anda yang sudah merasakan kesulitan, tidak perlu cemas lagi, karena dengan meneruskan membaca tulisan ini, Anda akan bisa mendownload streaming itu dan menjalankannya secara offline! Tentu saja dengan cara ini Andapun bisa berbagi vidoe kesukaan Anda ke teman2 lain yang tidak beruntung mendapatkan akses k internet. Untuk mendowlnoad video youtube mudah kok. Caranya gini: 1. Dapatkan URL Youtube yang vidoenya ingin didownload, misalnya: http://www.youtube.com/watch?v=7WPMJBcFIQY 2. Pergilah ke: http://keepvid.com. Situs ini menyediakan layanan untuk mengkonversi link stearming vidoe ke link yang bisa didownload. Masukkan URL youtube di atas pada textbox yg ada pada halaman atas frontpage http://keepvid.com. Kemudian tekan tombol download yang ada di samping kanan textbox. 3. Pada tabel yang ada di bawah textbox akan terlihat download link, berupa alamat URL video. Downloadlah link tersebut menggunakan aplikasi download yg handal, misalnya flashget. (tapi kalo koneksi k internet cepat, pake browser juga bisa). 4. Setelah download berhasil dilakukan, jalankan file tersebut menggunakan aplikasi player FLV. Aplikasi ini dapat Anda download dari URL ini: http://downloads.videolan.org/pub/videolan/vlc/0.8.6b/win32/vlc-0.8.6b-win32.exe Kayaknya gak begitu sulit bukan? Dengan cara seperti di atas, sy udah download bejibun video bermutu dari youtube.com, islamtube.com, dll :) So, silahkan video bermutu dan membangun ilmu dan rohani lainnya, tapi jgan download yang justru merusak!!!

Blog Yang Terlupakan

Hmmm, benar-benar kelewatan. Saya benar2 tidak menyadari bahwa 2 tahun yang lalu saya telah membuat sebuah blog di blogger.com ini. Hari ini, saya ingin mendaftarkan diri ke blogger.com, saya baru sadar hal ini.

Sunday, April 01, 2007

Menulis Blog

Bismillah...

Barusan saya membaca sejumlah blog, salah satunya blog pak Budi Raharja. Terus terang, saya sangat iri terhadap beliau, melihat banyaknya blog yang telah beliau tulis. Iri karena saya memandang, kebiasaan menulis yang teristiqamahkan, misalnya menulis blog, merupakan sebuah kelebihan yang patut diacungkan jempol. Tidak sulit untuk dipahami bahwa kebiasaan menulis tidaklah tumbuh melainkan karena latar belakang kebiasaan positif lainnya, misalnya kebiasaan belajar, membaca, berfikir dan ekspresif terhadap dunia sekitarnya, baik dunia dalam artian umum ataupun dunia tertentu dimana seseorang tersebut berkecimpung.

Anda tentu tidak akan pernah melihat, orang yang tidak punya minat baca, belajar akan tiba2 menghasilkan sebuah karya tulisan. Paling-paling ia hanya bisa menulis surat, dan itupun ia tulis saat memang benar2 dibutuhkan, misalnya menulis surat untuk minta suport dana dari ortu di kampung :)

Hmmm, saya sangat setuju dengan slogan yang ada pada banner blog pak Budi Raharjo, Read, Think, Write! Bagi saya, slogan tersebut, walaupun simple tapi memiliki manfaat yang besar jika diterapkan dalam keseharian kita. Ketiga kata kerja yang ada pada slogan tersebut, akan menghantar sipelaku yang mengistiqamahkan menjadi seseorang yang tidak saja bermanfaat bagi dirinya, tapi juga orang lain.

Dan yang harus dicatat juga adalah, ketiga hal tersebut, jika diarahkan untuk segala sesuatu yang positif, akan menghasilkan kemajuan yang jauh semakin cepat. Saya bisa menyebutkan dengan kebaikan yang menghasilkan kebaikan lainnya. Anda menulis apa yang menjadi buah fikiran Anda, kemudian orang lain merespon, Anda pun mendapatkan ide atas respon tersebut, Anda kemudian mencari ide lain bagaimana menindak lanjuti respon tersebut. Kemudian hasil yg Anda dapatkan Anda tulis lagi dan direspon lagi oleh orang lain. BEgitulah seterusnya, sedemikian hingga Anda akan terdorong untuk terus membaca, berfikir dan menulis!

SEtiap kita tentu punya keahlian masing-masing, yang kita tahu itu sebuah nilai positif bagi diri kita. Alangkah baiknya hal positif tersebut di-sharing, bisa jadi orang lain akan termotivasi untuk mengikuti hal tersebut. Jika hal positif tersebut dalam bentuk amal, Anda insya Allah akan mendapatkan pasif income berupa pahala. Jika tulisan tersebut Anda tulis dalam bentuk blog dan dibaca oleh orang2 didunia, wah subhanallah, tak terbayangkan tabungan akhirat Anda kelak!

Saya punya keahlian dalam sejumlah hal, dalam menghafal qur'an dan penguasaan tentang dunia IT. Mudah-mudahan Allah mudahkan saya untuk menuliskan semua itu!

Sunday, January 07, 2007

Resensi: JBoss at Work

Bismillah... Membaca judul buku ini, kita secara otomatis akan berpersepsi bahwa dari buku ini kita hanya bisa belajar tentang bagaimana menggunakan JBoss, Aplication Server J2EE yang saat ini disebut sebagai Aplication Server open source terbaik. Tapi ternyata, yang bisa kita pelajari berbagai penggunaan teknologi J2EE, seperti: EJB, JMS, JavaMail, Webservice dan JAAS.

Buku ini sangat baik dibaca bagi para pemula yang ingin memulai eksplorasinya dalam dunia J2EE. Gaya pembahasan dalam buku ini sangat saya sukai, karena bergaya, learning by doing. Konsep-konsep yang ada dijelaskan secara ringkas berikut aplikasi dari kensep tersebut dalam bentuk source code yang bisa diekselusi.

Dari bab pertama sampai bab 10 (bab akhir), pembaca akan diajarkan langkah perlangkah untuk membangun aplikasi J2EE dengan JBoss. Pada setiap bab, akan diajarkan teknologi baru, penerapan dan cara menjalankannya (deploy) pada JBoss.

Anda ingin belajar J2EE secara cepat? Silahkan mulai dari buku ini!

Tuesday, December 05, 2006

Mengambil Ibrah dari Hujatan Terhadap AA Gym

Bismillahirrahmanirrahim...

Tulisan saya ini bertujuan untuk mengambil ibrah dari isu ter-hot saat ini. Ini menjadi sebuah pertimbangan, terutama bagi pada dai, agar pembinaan yang dilakukan pada ummat, diusahakan dengan komprehensif, secara menyeluruh, tidak setengah2nya saja.

Setelah bertahun AA Gym menjadi seorang kiai kondang, baru sekaranglah muncul hujatan yang bertubi2 terhadap diri beliau. Pemicu hujatan2 tersebut bukanlah karena beliau seorang yang berbuat salah (walaupun mungkin sebagai orang yang kurang ilmu mengatakan begitu), tapi justeru hujatan muncul karena beliau melakukan suatu hal yg "kurang dimininati pasar", terutama kaum hawa. Ya, poligami yang baru2 ini dilakukan AA Gym menjadi penyebab semua itu.

Yang cukup ironis juga adalah, bahwa hujatan tersebut justeru datang dari para muslimah, bahkan dari ibuk2 yg mengaku jemaah AA Gym. Subhanallah!

Bagi saya, hujatan seperti ini sudah lama saya duga akan terjadi pada AA Gym. Mengapa? Saya berpendapat, Itu tidak lain karena tausiah2 yg selama ini beliau sampaikan, saya nilai kurang mengigit. Pendidikan ummat yg selama ini beliau lakukan, lebih mengarah pada hal2 ringan saja terhadap permasalahan ummat yg jauh lebih kompleks. Saya menilai tema2 yg beliau sajikan tidak cukup mengingit untuk mengetuk pola fikir ummat bahwa banyak hal2 fundamental yg belum mereka lakukan. Bisa dikatakan juga, tema2 yang beliau sampaikan lebih terarah pada tema kebenaran universal, yang dalam hal itu semua, bisa jadi semua agama akan membenarkannya.

Fakta ini diperparah oleh fakta bahwa adanya kecendurungan jemaah sudah merasa cukup dengan apa yg mereka terima dari mteri2 yang 'hanya' sperti itu. Mereka merasa islam hanyalah berisi keramahan, sopan satun, dan hal2 ringan lainnya.

Akibat dari semua ini adalah, tatkala ada hal lain yg cukup berat, ketsiqah mereka menjadi pudar. Tidak ckup kuat untuk mengokohkan kepercayaan yg selama itu sudah mereka berikan.

Entahlah, itulah yg saya rasakan. Waktu terlalu sedikit untuk bisa menuliskn semuanya.

Friday, November 17, 2006

Bismillah...

Kesibukanku... Sedialah engkau merelakanku Memberikan sebagian dari waktuku Untuk ummat ini dgn semua yg kubisa

Bismillah...

-- dalam kesendirian, menantikan rahmat yg dijanjikan, sebentar lagi insya4WI

Tuesday, February 21, 2006

Fokus Terhadap Target

Fokus terhadap target... Tahukah Anda, sebenarnya sebagian permasalah hidup kita adalah tidak fokus terhadap inti permasalahan. Dari ketidakfokusan ini, muncullah kesesatan, salah berprilaku, perselisihan dan banyak persoalan lainnya ditimbulkan oleh sikap kita yang tidak fokus terhadap target permasalahan!

Sebuah contoh kasus begini. Seorang isteri sedang memanggang paha sapi menggunakan oven dengan terlebih dahulu memotong-motong paha daging menjadi beberapa bagian. Sang suami melihat isterinya yang memotong-motong paha tersebut menanyakan mengapa sang isteri melakukan hal tersebut. Si isteri menjawab, itulah yang dicontohkan oleh ibunya dan dia merasa itulah yang terbaik (contoh dari ibu).

Tidak puas dengan jawaban itu mereka berdua kemudian menanyakabertanya ke sang ibu perihal tersebut. Ternyata si ibu menjawab bahwa ia melakukan itu karena meniru sang nenek, menurut sang ibu, itulah yang terbaik (memotong dahulu paha sapi Atas jawaban yang tidak memuaskan tersebut mereka berdua menanyak ke sang nenek alasan beliau melakukan hal tersebut. Sang nenek menjawab ia melakukan hal itu karena oven ia miliki terlalu kecil untuk bisa memanggang paha sapi yang sebegitu besar.

Sang isteri malu sendiri, karena seharusnya ia tidak perlu memotong-motong dulu paha tersebut, karena toh ia memiliki oven yang cukup besar untuk memanggang paha sapi tanpa harus memotong-motongnya terlebih dahulu.

Anda mungkin merasa remeh dengan cerita di atas. Tapi bagi saya pribadi, cerita di atas sebenarnya contoh kecil dari sebuah perilakuan yang tidak fokus terhadap permasalahan, sehingga mengabaikan solusi yang sebenarnya!

Dalam permasalahan hidup sehari-hari, kita sering kurang bisa melihat permasalahan secara menyeluruh sehingga tidak menemukan permasalahan intinya. Sebagai contoh tentang mencari kerja. Banyak orang (terutama para orang tua), sangat menginginkan anak-anak mereka menjadi pegawai negeri, "Pokoknya kamu harus menjadi pegawai negeri". Keinginan mereka yang demikian telah menjadi sebuah patokan mati bagi sang anak.

Sekarang cobalah kita melihat lebih jauh terhadap keinginan tersebut. Sebenarnya yang diinginkan si ortu adalah bagaimana agar kehidupan anak mereka lebih terjamin pada masa yang akan datang. Untuk cita-cita, seharusnya pekerjaan sebagai pegawai negeri tidak dijadikan sebagai satu-satunya alternatif. Terlalu banyak alternatif lain, bahkan yang lebih baik untuk mencapai jaminan hidup yang akan datang.

Dan sungguh sangat banyak contoh permasalahan yang timbul karena kebanyakan kita tidak fokus terhadap target. Anda dapat melihat sendiri pada apa yang telah Anda lakukan selama ini atau pada perilaku orang-orang sekitar kita, baik dalam bekerja, beribadah dan sebagainya.

Sunday, January 01, 2006

Pernikahanku Dengan Seorang Bidadari, insya Allah...

ssalamualaikum, wr wb.

Ikhwah Fillah... Setelah lama menunggu, akhirnya tibalah saatnya bagi saya untuk mengumumkan secara resmi hal ini...

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT... Insya Allah kami akan menyelenggarakan pernikahan

Lira Gumala Sari & Rijalul Fikri

Akad Nikah : Sabbtu, 7 Januari 2006 / 7 Dzuhijjah 1426 H Pukul 10.00 s/d selesai di Masjid Raya Ganting - Padang

Walimatul ‘Ursy : Ahad, 8 Januari 2006 / 8 Dzuhijjah 1426 H Pukul 10.00 s/d selesai di Komp. Asrama TNI-AD JL. Parak Pisang I No. 25 - Padang

Untuk lebih lengkapnya, teman2 dapat mengakses situs kami: http://lirafikri.elfikrsoft.com Sungguh kebahagian tersendiri bagi kami jika teman2 berkenan mengisi BUKU TAMU pada situs tersebut.

Inginnya hati ini teman2 bisa menghadiri momen bersejarah kami tersebut... Tapi sunnah Rasulullah SAW tidak membebani orang2 jarak untuk datang Setidaknya do'a bagi kami, sudahlah itu cukup.

Wassalamualaikum, wr wb.

Wednesday, March 30, 2005

Aneh

Ikhwah fillah... Tadi pagi, sy pandangi tulisan2 arab pada mushaf sy. Sejenak sy tercenung, subhanallah bagaimana bisa ini terjadi. Mengapa mushaf yang hanya terdiri atas huruf2 arab itu, tidak ada gambar lucu, tidak ada paragraf2 pemisah, tetap tidak henti2nya dibaca oleh sebagian kaum muslimin, setiap harinya. Yang lebih aneh lagi, orang2 yang gemar membaca qur’an itu kebanyakan tidak paham arti apalagi maksud ayat2 yang mereka baca! Setidaknya itulah yang terjadi di kalangan mahasiswa ITB yg sering sy lihat tilawah di masjid Salman. Padahal, kita semua mungkin sepakat, betapa sebuah buku akan garing membacanya jika isinya hanya teks semata, tidak ada gambar. Apalagi jika buku itu terdiri atas paragraf yang panjang. Dan terlebih lagi, sebuah buku akan semakin BT membacanya jika isinya tidak kita mengerti! Sy y akin, inilah skenario Allah pada diri manusia, ia memudahkan dan menyulitkan. Mempermudah bagi yang Dia ingin mendapat petunjuk, dipersulit bagi bagi yang ia kehendaki sesat. Usaha kita, mujahadah kita akan menentukan pada golongan mana posisi kita, yang dipermudahkan atau yang dipersulit. Baca Al-Lail:5-10 dan AlQamar:17. Beberapa hari yg lalu, sy merasa takjub melihat sebuah pemandangan yg mengugah. Betapa tidak, selama ini dalam benak sy, qur’an itu dibaca oleh mahasiswa memang sudah tertarbiyah, atau setidaknya penampilannya mencerminkan kehanifan. Tapi mahasiswa yg sy lihat penampilannya bisa dibilang penampilan anak gaul, dengan pakaian jeans dan rambut ala kini. Meskipun demikian, ternyata sy perhatikan ia asyik membaca qur’an sehabis dhuhur. Khusyu. Di sampingnya ada beberapa teman gaulnya yg lagi tiduran. Subhanallah... Bagi sy itu cukup aneh. Sebab dari perihal itu, bisa dimengerti bahwa si mahasiswa, walau bergaya anak gaul, ’berani’ membawa mushaf ke kampus. Dan sepertinya, ia memang telah mengalokasikan waktu itu (sehabis dhuhur), untuk tilawah. BTW, kayaknya sih beliau akan menghadapi ujian. Sy tidak mau su’udhan bahwa beliau tilawah semata agar dimudahkan dalam ujian :P And BTW, kalau kita saja manusia merasa bangga dengan orang spt itu, apatah lagi Allah, yang memerintahkan sendiri agar kalam-Nya dibaca. ”Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar:17).

Sulitnya menghafal qur'an...

Ikhwah Fillah, Saudaraku Seiman… Dalam usaha mengeksplorasi qur’an, dapat ktia perhatikan suatu kecenderungan dalam kalam Rab kita, Al Qur’an. Yaitu, jika dipandang dari sisi kemanusian kita, Alqur’an itu telah dirancang untuk sulit dihafal. Teman2 yang sudah terbiasa tahfidz qur’an mungkin bisa cepat memahami hal ini. Sebagai contoh, dalam kisah nabi Musa AS. Dalam surat Al-A’raf:141, Allah menggunakan kata ”Membunuh” (nuqattilu:asal katanya qattala) untuk mengisahkan kezaliman Fir’aun pada anak laki bani Israil. Hal serupa juga dapat kita lihat pada ayat lain, misalnya di surat yang sama pada ayat 127. Tapi pada ayat lain, Al-Baqarah:49, Allah menggunakan kata ”menyembelih” (Yuzabbihuuna:asal kata zabbaha). Begitu juga dengan ayat dalam kisah dialog Allah dengan malaikat tatkala Allah menciptakan manusia. Dalam Al-Baqarah Allah menggunakan kata ”menjadikan” (jaailun). Tapi di ayat lain (Al-Hijr), Dia menggunakan kata ”menciptakan” (Khaliqun). Dan sungguh banyak lagi ayat2 semisal di atas kita temukan dalam qur’an, penggunakan kata yang berbeda untuk menceritakan kisah yang sama. Akibatnya, seorang penghafal sulit menebak kata dalam qur’an, walaupun ia menghafal ayat yang alur ceritanya sama dengan ayat pada surat lain. Begitu juga, akan kita temukan penggunakan kata untuk sifat Allah yang sulit ditebak keteraturannya. Dalam suatu ayat Allah menggunakan kata ”maha pengampun lagi maha pengasih”.(Ghafuurrahiim) Tapi di ayat lain digunakan kata ”maha pengampung lagi maha penyantun” (Ghafuurun Halim). Begitu juga, akan kita temukan penggunakan kata sambung untuk menyambung 2 buah kalimat atau kata. Kadang menggunakan ”dan”(wa), ” atau”(am atau au) malah ada yang juga yang tidak pake kata sambung sama sekali. Banyak lagi fakta yang bisa dilihat pada qur’an yang darinya bisa disimpulkan (setidaknya sy yang berijtihad begitu), bahwa sulit mendapatkan pola (pattern) dari kalimat2 pada qur’an untuk mempermudah kita dalam menghafalnya. Seperti yang kita tahu bersama, pola yang teratur akan mempermudah dalam menghafal. Inilah yang terasakan, setelah cukup lama beriterkasi dengan qur’an. Tapi setelah dicoba ditafakkuri fakta ini, kiranya ada suatu hikmah besar yang didapatkan. Bahwa kesulitan yang ada itu ditujukan untuk memisahkan antara mereka yang muslim dan kafir. Dan dalam kelompok kaum muslimpun akan dipisahkan juga antara yang mau bermujahadah dan sabar dengan yg tidak. Cobalah tafakurilah, apa sulitnya bagi Allah untuk membuat pola yang sama dalam penggunaan kata yang menceritakan kisah yang sama. Tapi andai itu terjadi, pola penggunaan kata qur’an akan mudah dipahami, yang karenanya tentu akan mudah saja bagi setiap orang untuk menghafalnya. Jika sudah begitu, maka akan sulit terbedakan antara yang mujahadah-sabar dan yg tidak. Dan yang lebih fatal lagi, orang2 kafir akan sangat senang, sebab kemudahan mereka menghafal qur’an akan mereka gunakan untuk membuat ’senjata makan tuan’ bagi kaum muslimin. Dengan mudah mereka akan akan memutatbalikkan fakta qur’an dan mengelabui orang2 yang memang mudah dikelabui di antara kita. Ya, kesulitan yang muncul akibat fakta tadi, akan melunturkan semangat orang2 ’biasa’ untuk menghafal qur’an, apalagi orang2 kafir. Bahkan tentunya mereka akan berfikir lain, mengapa harus menghafal qur’an, toh masih banyak hal lain yang harus dilakukan. Toh sudah banyak mushaf yang bisa dibaca. Itu semua, tanpa mereka fikirkan betapa indahnya qur’an tatkala ia telah menjadi renungan hati, bagian khayalan jiwa, cerminan akhlak dan rujukan amalan diri. Dan ini semua hanya bisa terwujud kala qur’an ada dalam hati, dari qur’an yang selalu mereka bawa, karena telah hafal qur’an secara mutkin. Tapi justru inilah yang yg namanya ujian. Ujian yang berkualitas, akan benar2 bisa membedakan antar peserta yang berkualitas dengan yg cuma malas-malasan, tidak punya daya juang. Menghafal qur’an pun begitu. Ia memang terasa sulit bagi sebagian orang. Tapi bagi sebagian yang lain, justru kesulitan ini menjadi alasan bagi mujahadah dan sabar mereka! Ya, kesulitan yang diubah menjadi tantangan hebat yang harus ditaklukkan. Penaklukan demi suatu tujuan, tujuan akhir setiap orang yang berakal jernih, berfikiran jauh ke depan: perjumpaan dengan-Nya.

Sunday, March 27, 2005

Bagaimana Menghafal Qur'an?

Under development nih :) Doain ya, lagi nyoba membuat tulisan tentang bagaimana menghafal qur'an, berdasarkan pengalaman pribadi. Banyak hal2 indah yang ingin sy bagi tentang bagaimana menghfal qur'an, sehingga menghafal qur'an terasa cool :) Penginnya sih, bisa jadi buku :)