Ikhwah fillah... Tadi pagi, sy pandangi tulisan2 arab pada mushaf sy. Sejenak sy tercenung, subhanallah bagaimana bisa ini terjadi. Mengapa mushaf yang hanya terdiri atas huruf2 arab itu, tidak ada gambar lucu, tidak ada paragraf2 pemisah, tetap tidak henti2nya dibaca oleh sebagian kaum muslimin, setiap harinya. Yang lebih aneh lagi, orang2 yang gemar membaca qur’an itu kebanyakan tidak paham arti apalagi maksud ayat2 yang mereka baca! Setidaknya itulah yang terjadi di kalangan mahasiswa ITB yg sering sy lihat tilawah di masjid Salman. Padahal, kita semua mungkin sepakat, betapa sebuah buku akan garing membacanya jika isinya hanya teks semata, tidak ada gambar. Apalagi jika buku itu terdiri atas paragraf yang panjang. Dan terlebih lagi, sebuah buku akan semakin BT membacanya jika isinya tidak kita mengerti! Sy y akin, inilah skenario Allah pada diri manusia, ia memudahkan dan menyulitkan. Mempermudah bagi yang Dia ingin mendapat petunjuk, dipersulit bagi bagi yang ia kehendaki sesat. Usaha kita, mujahadah kita akan menentukan pada golongan mana posisi kita, yang dipermudahkan atau yang dipersulit. Baca Al-Lail:5-10 dan AlQamar:17. Beberapa hari yg lalu, sy merasa takjub melihat sebuah pemandangan yg mengugah. Betapa tidak, selama ini dalam benak sy, qur’an itu dibaca oleh mahasiswa memang sudah tertarbiyah, atau setidaknya penampilannya mencerminkan kehanifan. Tapi mahasiswa yg sy lihat penampilannya bisa dibilang penampilan anak gaul, dengan pakaian jeans dan rambut ala kini. Meskipun demikian, ternyata sy perhatikan ia asyik membaca qur’an sehabis dhuhur. Khusyu. Di sampingnya ada beberapa teman gaulnya yg lagi tiduran. Subhanallah... Bagi sy itu cukup aneh. Sebab dari perihal itu, bisa dimengerti bahwa si mahasiswa, walau bergaya anak gaul, ’berani’ membawa mushaf ke kampus. Dan sepertinya, ia memang telah mengalokasikan waktu itu (sehabis dhuhur), untuk tilawah. BTW, kayaknya sih beliau akan menghadapi ujian. Sy tidak mau su’udhan bahwa beliau tilawah semata agar dimudahkan dalam ujian :P And BTW, kalau kita saja manusia merasa bangga dengan orang spt itu, apatah lagi Allah, yang memerintahkan sendiri agar kalam-Nya dibaca. ”Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar:17).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment